Temu Bangsawan Celebes 2026 Dicanangkan di Makassar, Dorong Kebangkitan Peran Adat dan Budaya

$rows[judul]

Eksplisit.Com,Makassar - II Penghelatan akbar bertajuk Temu Bangsawan Celebes 2026 resmi dicanangkan dalam sebuah rapat yang berlangsung di salah satu kafe terkemuka di Kota Makassar, Sabtu (29/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengonsolidasikan kebangkitan eksistensi bangsawan di wilayah Celebes, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Rapat dibuka oleh YM H.M. Junus Andi Rivai Karaeng Mile, SH, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari penggagas kegiatan, Tumalabbirika YM Ir Hamin M Daeng Nyanrang, Dipl.Ing. Dalam paparannya, yang akrab disapa Tetta Nyanrang tersebut menyampaikan lima pokok alasan diinisiasinya gagasan besar ini.

Kelima poin tersebut meliputi penguatan basis kebudayaan, adat, dan istiadat, penegakan kode etik kebangsawanan, perjuangan atas hak tanah ulayat, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta dorongan keterwakilan bangsawan Celebes di parlemen.

Dalam forum tersebut, para peserta juga mengusung penguatan kembali konsep Tallung Bojtoa yang meliputi Luwu, Bone, dan Gowa sebagai episentrum kebudayaan di Butta Celebes.

Rapat ini turut dihadiri sejumlah tokoh adat dan pemangku kepentingan, di antaranya Tumalabbirita YM Andi Idris Karaeng Buang A. Manggingiru A. Idjo Karaeng Ta Katangka, serta berbagai tokoh adat lainnya dari wilayah Sulawesi Selatan. Sementara itu, perwakilan dari Lembaga Kerajaan Bone dan Kedatuan Luwu belum sempat hadir dalam pertemuan tersebut.

Meski demikian, rapat berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, termasuk para pemangku adat, ketua organisasi kebudayaan, hingga perwakilan komunitas adat dari berbagai daerah.

Dalam keputusan rapat, disepakati akan dilakukan koordinasi intensif oleh panitia untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan puncak yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 di BSO Makassar. Kegiatan tersebut ditargetkan akan dihadiri oleh seluruh pemangku adat dan komunitas budaya se-Celebes.

Pada momentum tersebut, direncanakan akan dilakukan penandatanganan piagam kesepakatan bangsawan yang mencakup lima poin utama, khususnya terkait perjuangan hak ulayat dan penguatan kemandirian budaya.

Lebih lanjut, Tetta Nyanrang menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan nantinya akan diawali dengan orasi kebudayaan oleh perwakilan Tallung Bojtoa (Gowa, Bone, dan Luwu), dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk pendalaman isu-isu strategis.

Sebagai simbol kebangkitan semangat dan idealisme bangsawan Celebes, acara akan ditutup dengan pelepasan balon ke udara oleh para pemangku kepentingan kebudayaan bersama ketua organisasi masyarakat dan pemangku adat di Sulawesi Selatan.

“Momentum ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan semangat bangsawan Celebes untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai adat,” ujar Tetta Nyanrang.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)