Perumda Pasar Makassar Raya Dorong Penataan PKL yang Tertib dan Produktif Lewat FGD

$rows[judul]

Eksplisit.Com,Makassar - II Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Usaha dan Penataan Akses PKL” yang digelar di Hotel Grand Shayla Novotel Makassar, Rabu (7/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur pemerintah, akademisi, pengelola pasar, serta pelaku usaha untuk membahas strategi pengembangan usaha dan penataan akses bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Forum tersebut bertujuan menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya menegaskan bahwa penataan PKL tidak cukup hanya berfokus pada aspek ketertiban, namun juga harus memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

Menurutnya, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pengelola pasar, serta para pelaku usaha agar tercipta sistem penataan yang humanis, produktif, dan mampu memberikan ruang usaha yang layak bagi para pedagang.

“Penataan PKL harus menjadi solusi bersama, bukan sekadar penertiban. Dengan pengelolaan yang baik, PKL dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus mendukung wajah kota yang lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.

FGD tersebut juga menghadirkan Prof. Batara Surya selaku Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya konsep penataan kawasan berbasis tata ruang dan pengembangan ekonomi perkotaan yang berkelanjutan.

Menurut Prof. Batara Surya, keberadaan PKL perlu dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi kota. Karena itu, penataan yang tepat dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan fungsi ruang publik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai masukan, gagasan, serta rekomendasi strategis dalam mendukung pengembangan usaha dan penataan akses PKL yang lebih modern, tertib, aman, dan berdaya saing di Kota Makassar.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)