Keterangan Gambar : Pengecatan kerb lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dilakukan oleh tenaga lokal putra daerah Nusa Tenggara Barat, jelang tiga pekan Pertamina Grand Prix of Indonesia 9 - 11 Oktober 2026 mendatang.
Eksplisit.Com,Mandalika - II Pemeliharaan sirkuit Pertamina Mandalika atau track maintenance telah berlangsung sepanjang tahun. Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober, ritmenya ditingkatkan untuk memastikan seluruh bagian sirkuit siap menghadapi balapan MotoGP.
Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit, menjelaskan, persiapan MotoGP bukan berarti pemeliharaan baru dimulai menjelang balapan. Menurut dia, pemeliharaan sirkuit telah menjadi pekerjaan rutin sejak sirkuit mulai beroperasi.
“Memang kita sudah memaintain sirkuit ini selama setahun penuh. Kita rutin sejak 2023 memaintain sirkuit ini setiap hari,” kata Awallutfi. Karena itu, menjelang MotoGP, yang dilakukan adalah meningkatkan intensitas pekerjaan. “Persiapan-persiapan menuju MotoGP sebenarnya kita naikkan intensitasnya kita naikkan ritmenya dengan pekerjaan yang sifatnya maintenance,” ujarnya.
Pekerjaan mencakup area lintasan, area gravel, pagar hingga berbagai fasilitas pendukung. Pemeriksaan dilakukan baik untuk menemukan persoalan yang harus diperbaiki maupun untuk memastikan komponen yang masih baik tetap berada dalam kondisi sesuai standar.
Salah satu dasar pekerjaan tahun ini adalah FIM Request of Work yang diterima setelah penyelenggaraan MotoGP 2025. Menurut Awallutfi, dokumen tersebut diterima sehari setelah balapan tahun lalu dan langsung menjadi acuan untuk persiapan musim berikutnya.
“Request of Work ini keluar sehari setelah MotoGP 2025 tahun lalu dan kita langsung melakukan persiapan untuk setahun ke depan, yaitu untuk tahun ini,” katanya. Salah satu pekerjaan yang diminta FIM berkaitan dengan area run-off . Ada tambahan sambungan beton yang dibuat berdasarkan metode, material dan tata letak yang telah disetujui FIM. Permukaan bagian tersebut kemudian disiapkan menggunakan pengecatan sesuai standar FIM.
Perhatian juga diberikan terhadap ketinggian dan elevasi area run-off . Setelah digunakan selama sekitar lima tahun, permukaan dapat mengalami pergeseran akibat siklus panas dan hujan. Karena itu, re-elevasi dilakukan secara berkala. “Sudah terkena hujan panas, hujan panas, jadi tetap ada pergeseran,” ujar Awallutfi.
Menurut dia, re-elevasi memang dilakukan dalam siklus sekitar dua sampai tiga tahun. Pekerjaan tahun ini telah dilakukan untuk memastikan area tersebut kembali memenuhi persyaratan sebelum pemeriksaan resmi.

Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit, menjelaskan berbagai tahapan persiapan teknis sirkuit jelang digelarnya Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9 – 11 Oktober 2026.
Pemeliharaan juga tidak terbatas pada pekerjaan besar. Pembersihan lintasan tetap dilakukan sebagaimana rutinitas sehari-hari. Untuk 2026, terdapat pula persyaratan kesiapan kendaraan pembersih yang harus tersedia selama rangkaian balapan, termasuk sebelum perlombaan dimulai.
“Di 2026 ini semua sirkuit harus mempunyai tiga cleaning car, road sweeper, vacuum sprayer yang standby sepanjang race dan sebelum race kita melakukan cleaning ,” katanya.
Lintasan juga diperiksa secara langsung dengan berjalan mengelilingi area sirkuit. Cara sederhana tersebut tetap menjadi bagian penting untuk menemukan kondisi yang mungkin tidak terlihat melalui pemeriksaan dari kendaraan.
Bagi sebuah sirkuit, kondisi aspal menjadi salah satu perhatian utama. Permukaan yang digunakan terus-menerus menghadapi beban kendaraan balap, pengereman keras, temperatur tinggi dan gesekan ban.
Namun, menurut Awallutfi, kondisi aspal Mandalika secara umum masih baik dan aman. Beberapa goresan yang muncul mendapatkan patching menggunakan metode yang telah diterapkan sebelumnya, termasuk cold patching . “Secara general masih bagus, masih aman. Ada beberapa goresan tapi kita sudah patching sesuai dengan metode yang sudah kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Tidak ada resurfacing baru pada lintasan utama menjelang MotoGP 2026. Pekerjaan resurfacing terakhir dilakukan pada 2022. “Resurfacing terakhir sejauh ini yang kita lakukan adalah di 2022,” kata Awallutfi. Menurut dia, hasil pekerjaan tersebut masih menunjukkan kondisi yang baik. “Perkerasan aspal yang kita gunakan setelah resurfacing 2022 itu memang sangat bagus, sangat bagus dan sangat kuat,” ujarnya.
Ia memperkirakan lapisan aspal tersebut masih dapat bertahan dalam jangka panjang. Di permukaan lintasan, tidak ditemukan retak rambut yang menjadi indikasi kerusakan struktural. Yang terlihat terutama berupa goresan akibat penggunaan kendaraan balap. “Yang ada hanya goresan karena dipakai untuk balapan, jadi tergores body mobil, body motor, dan itu wajar untuk sirkuit seluruh dunia,” kata Awallutfi.
Jejak tersebut, menurut dia, dapat dianggap sebagai battle scars dari lintasan yang terus digunakan. Justru penggunaan sirkuit secara rutin menjadi bagian dari upaya menjaga karakter permukaan. “Perawatan terbaik bagi sirkuit adalah dipakai terus,” ujarnya.
Karakter Mandalika juga tidak dapat dipisahkan dari kondisi geografisnya. Berada di kawasan dekat pantai membuat temperatur menjadi salah satu tantangan tersendiri. Panas lintasan pada akhirnya menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam strategi ban. “Kita memang dapat tambahannya, sirkuit kita itu berada di area yang sangat panas karena di dekat pantai,” kata Awallutfi. “Panasnya itu masih penting dan itu menjadi salah satu tantangan juga untuk menjaga strategi ban bagi para pembalap.”
Untuk menjaga karakter permukaan, sejumlah pengujian dilakukan, antara lain macro texture test, grip test dan skid test. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan karakter permukaan tetap sesuai dengan kebutuhan sirkuit.
Selain aspal, sistem drainase menjadi bagian penting dalam keselamatan lintasan. Air yang tidak segera mengalir dapat memengaruhi kondisi permukaan dan meningkatkan risiko ketika balapan berlangsung dalam cuaca basah. Karena itu, pemeriksaan drainase dilakukan secara berkala. “Drainage kita memang selalu mengecek per tiga bulan, terutama pada saat intensitas musim hujan itu lagi tinggi-tingginya,” ujar Awallutfi.
Menurut dia, saluran drainase di dalam kawasan sirkuit dan sambungannya menuju sistem utama masih dalam kondisi baik. Material yang masuk juga relatif sedikit dan umumnya berupa debu atau kotoran dari kendaraan. “Tidak ada material-material besar yang masuk ke dalam drainage,” katanya.
Kemampuan sistem tersebut menjadi semakin penting karena Mandalika pernah menghadapi kondisi hujan dengan intensitas tinggi ketika balapan berlangsung. Dalam kondisi ekstrem sekalipun, air dapat surut dalam waktu relatif singkat. “Kalau intensitasnya anomali, yang benar-benar hujan dengan intensitas ekstrem dalam waktu yang singkat bahkan panjang, air akan menghilang dari track kurang dari lima menit,” kata Awallutfi.
Pengalaman menghadapi cuaca ekstrem menjadi bagian dari kesiapan sirkuit. Menurut dia, apabila pernah terjadi penundaan dalam kondisi tersebut, persoalannya bukan disebabkan oleh kondisi fisik lintasan. “Kita pernah beberapa kali balapan di keadaan cuaca yang sangat-sangat ekstrem,” ujarnya. “Tidak penundaan karena hujannya sendiri, bukan karena kondisi lintasannya.”
Di sisi lain, run-off dan kerb juga mendapatkan perhatian. Pada kerb, lapisan cat yang telah menurun kondisinya dikerok dan dihaluskan. Permukaannya kemudian diberi tekstur kembali, dilapisi cat dasar, dan dilanjutkan dengan pengecatan akhir. “Sebelum dicat kita melakukan pengerokan atau mengelupaskan beberapa bagian yang sudah tidak bagus catnya,” ujar Awallutfi.
Setelah penghalusan dan pemberian tekstur, permukaan diberi lapisan dasar sebelum ditutup dengan cat final. Spesifikasi kerb tetap mengacu pada standar FIM. “Keadaan curb masih sama semuanya sesuai dengan spek di FIM,” katanya.
Sementara itu, area run-off tidak mengalami perubahan besar pada desain. Penyesuaian lebih diarahkan pada elevasi akibat kemungkinan pergerakan permukaan setelah terkena hujan dan kondisi lingkungan.
Tantangan terbesar bagi tim pemeliharaan bukan semata-mata pekerjaan teknis, melainkan bagaimana menemukan waktu untuk mengerjakannya. Sirkuit Mandalika semakin padat digunakan sejak 2023. “Sirkuit kita sejak 2023 itu penuh. Angka kunjungan dan okupansi selalu meningkat,” ujar Awallutfi.
Padatnya kegiatan membuat pekerjaan harus diatur agar tidak mengganggu aktivitas di lintasan. Karena itu, tim harus memanfaatkan celah waktu yang tersedia. “Kita harus mengatur gimana caranya melakukan perawatan dengan optimal di sela-sela padatnya jadwal tapi juga tetap efisien,” katanya.
Pekerjaan dibagi berdasarkan target harian, mingguan dan bulanan. Ketika aktivitas sirkuit berlangsung pada siang hari, sebagian pekerjaan dapat dipindahkan ke malam. “Kadang kita harus menukar shift. Jadi kerja pagi track dipakai untuk kegiatan, kita akan melakukan maintenance-nya di malam hari,” ujar Awallutfi.
Dengan pola tersebut, pekerjaan menjelang MotoGP bukanlah pekerjaan yang dilakukan secara mendadak. Yang dilakukan adalah mengatur kembali prioritas, tenaga kerja dan waktu agar seluruh target dapat selesai sesuai jadwal. Tim menargetkan pekerjaan utama selesai pada 4 atau 5 Oktober, sebelum memasuki pekan balapan. “Kita akan selesai sebelum minggu race-nya. Target kita tanggal 4 Oktober atau 5 Oktober sudah selesai semua,” katanya.
Pekerjaan tersebut mengacu pada standar sirkuit, prinsip pemeliharaan infrastruktur serta FIM Request of Work Perkembangan pekerjaan juga dilaporkan secara berkala kepada FIM. (*)
Tulis Komentar